Within the next few days we will celebrate the victorious day. After the past month, we all have struggle to battle ourselves against temptations, holding our anger, restraining from eating and drinking. We also have done good deeds in order to get the sweet fruit in the hereafter. We did those gallantly. And in the glorious day, we will finally celebrate the winning day. Have a great holiday with your relatives and kins. Happy Eid. Eid Mubarak!
Tuesday, September 8, 2009
Get ready for the Victory Day for Moslem
Within the next few days we will celebrate the victorious day. After the past month, we all have struggle to battle ourselves against temptations, holding our anger, restraining from eating and drinking. We also have done good deeds in order to get the sweet fruit in the hereafter. We did those gallantly. And in the glorious day, we will finally celebrate the winning day. Have a great holiday with your relatives and kins. Happy Eid. Eid Mubarak!
Monday, September 7, 2009
Catatan Ramadhan 3
Sa'id dan Bidadarinya
Dikisahkan oleh Hisyam bin Yahya, di medan perang, dia bertugas bersama seorang bernama Sa'id bin Harits yang ahli ibadah dan selalu puasa dan shalat malam meski di medan perang. Sa'id tidur sekadarnya, padahal perang pun menguras tenaganya, sehingga Hisyam menyuruhnya beristirahat. Ketika tidur, Hisyam melihat temannya itu berbicara dan tertawa sementara matanya tetap terpejam.
Ketika terbangun, Hisyam bertanya:
"Saudaraku, apa yang telah terjadi padamu?"
Temannya menjawab, "Aku baik-baik saja."
"Tapi tadi aku melihat sesuatu pada dirimu dan mendengar suatu ucapan darimu ketika sedang tidur."
Mulanya dia tidak mau berterus-terang, tetapi akhirnya Sa'id bercerita.
"Ada dua orang yang berkata kepadaku, 'Hai Sa'id, saya beri tahukan kepadamu bahwa Allah telah megampuni dosamu, berterima kasih atas perbuatanmu, menerima amalanmu, mengabulkan doamu, dan menyegerakan kabar gembira bahwa kau akan meraih surga. Oleh karena itu berangkatlah bersama kami sehingga kami dapat memperlihatkan kepadamu kenikmatan yang telah dijanjikan Allah kepadamu."
Sa'id juga bercerita tentang apa yang dilihatnya, istana-istana, bidadari-bidadari yang menyambut kedatangannya, hingga sofa yang diatasnya duduk satu bidadari seperti mutiara yang tersimpan. Bidadari itu berkata kepadanya, "Kami telah lama menunggumu."
Sa'id bertanya, "Dimana saya?" Bidadari itu menjawab, "Di Surga Ma'wa."
"Siapakah Anda?"
"Saya adalah istrimu yang abadi.'
Sa'id menambahkan, "Saya ulurkan tangan kepadanya, tetapi dia menolaknya dengan lembut".
Bidadari itu berkata "Bukan sekarang. Kamu akan kembali ke dunia."
Sa'id menolak dan berkata, "Saya tidak ingin kembali."
Bidadari itu menambahkan, 'Kamu akan tinggal di sana selama tiga hari, pada hari ketiga, kamu akan berbuka puasa bersama kami, insya Allah.'
Tiga hari setelah kejadian itu, Hisyam berangkat bersama Sa'id ke medan perang. Sepanjang siang Sa'id selalu siap menyambut serangan musuh, tetapi tidak satu serangan yang mengenainya. Aku hanya menyaksikan dari kejauhan tidak mampu mendekat kepadanya. Tiba-tiba, pada saat matahari terbenam, seseorang dari atas dinding benteng mengarahkan anak panah kepadanya. Sa'id tersungkur. Dia pun syahid.
Demikianlah, bahwa balasan surga itu benar-benar akan didapat bagi mereka yang menegakkan shalat malam, begitu jelas tampak di depan mata Hisyam. Semoga cerita ini memberi manfaat kepada kita semua. Amiin.
Sebuah kisah dari buku Mukjizat Shalat Malam: Meraih Spiritualitas Rasulullah. http://www.republikbuku.com/page_produk_detil.php?kd_prod=978-602-8236-49-2