Wednesday, December 9, 2009
Good Luck
This week must be your hardest week since you have tests both in your school and in LIA. The management wishes you good luck with your tests and hopefully you get the best result for your efforts. See you next term and Happy New Year!
Thursday, October 15, 2009
DATA ALUMNI FSP FIP IKIP YOGYAKARTA (UNY) | ||||
ANGKATAN 1986 | ||||
No. | NAMA | NO TELP | ALAMAT | E-MAIL ADDRESS |
1 | ARIF RAHMAN | 081328078062 | Jl. Parangtritis Km 13 gelangan, RT 15 | |
|
|
| Patalan Yogyakarta |
|
2 | ARTI SETYANINGSIH | 0294-5703003 | Jl.Kepodang Raya 18 Perumda Kendal | |
|
|
| Semarang |
|
3 | AFIATI | 0274-546816 |
|
|
4 | SUBAGYO | 08125515879 | Jl. Thoyib Hadiwijaya I No. 23 RT 54 | |
|
| 0541-250687 | Sempaja, Samarinda |
|
5 | DASRO | 081328724301 | Griya Tritih Asri Blok D 14, Tritih Lor |
|
|
|
| Jeruklegi, Cilacap |
|
6 | DARSONO | 081315260550 |
|
|
7 | IMAM SAMRONI | 087839067545 | Sekarsuli No.115 RT 01/RW 22 Sendangtirto | |
|
|
| Berbah, Sleman, Yogyakarta | |
8 | IDAH MAULIDAH | 085224510723 | Permata Harjamukti Tahap 3 Blok D 9/No 12 | |
|
|
| RT 06/RW 14 Cirebon |
|
9 | IKHWANUL MUSLIMIN | 085885759716 | Perum Griya Alam Sentosa Blok N 10/No 9 |
|
|
|
| RT 09/RW 10 Pasir Angin Cileungsi Bogor |
|
10 | KRISTIANTO | 081586160954 | Perum Taman Gading Blok B/No 136 |
|
|
|
| Jl. Mataram 7, Cilacap |
|
11 | PETRUS SUHARDI | 0274-3279400 | Jl. Banjeng No. 40 RT 02/RW 34 |
|
|
|
| Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY 55282 |
|
12 | SLAMET TRIYONO | 085227086890 | Jl. Sirkaya No. 125 RT 04/RW 07 | |
|
|
| Cilacap 53222 |
|
13 | SISWANTO | 0274-4462165 |
|
|
|
| 0274-4870343 |
|
|
14 | TITIN MARTININGSIH | 085647753755 | Perumahan Ex Superpospat no 17 |
|
|
|
| Cilacap 53222 |
|
15 | WIGATI WERDININGSIH | 0274-7401764 | "WERDIE NINTYA CATERING", Jl. Bausasran |
|
|
|
| No 41/43 Yogyakarta 55211 |
|
16 | MUCH YASIN | 081381701166 | Pondok Bahar RT 01/RW 02 No. 60 | |
|
| 021-55746576 | Karang Tengah, Tangerang, Banten. |
|
17 | JAMAEL SARAGIH | 0617-6375330 | Jln. Bunga Mawar 50 A Padang Bulan | |
|
|
| Link-7 Medan 20131 |
|
18 | IKHSAN | 0274-3035423 | Jln. Parang tritis Km 10, Rendeng kulon |
|
|
|
| Timbul harjo, Sewon, Bantul DIY |
|
19 | SIGIT NURBIYANTORO | 08122792897 | Kadirojo RT 4, Palbapang |
|
|
|
| Bantul Yogyakarta |
|
20 | NOOR WIDIJANTORO | 08122724186 | Kliwang, Argomulyo, Cangkringan, Sleman | |
|
|
| Yogyakarta |
|
Wednesday, September 23, 2009
Makan Apa ya enaknya?
Jadi masak makanan apa ya enaknya? Ga usah bingung bray, bawa aja uang yang lumayan cukup, pergi ddeh ke warung makan atau resto cepat saji terdekat. Bray bisa pilih menu apa yang sekiranya lagi diminati saat itu. Tapi kalo pergi ke fast food aja masih bingung, aku ada solusi yang lumayan simpel. Coba liat di meja makan ada sisa makanan apa. Coba bikin kombinasi yang tepat dengan makanan itu. Masih bingung juga? Beli aja mie rebus sesuai selera, ikuti instruksi masaknya, jangan lupa masuka sayuran secukupnya. Masih bingung juga? Mungkin ini adalah saat yang tepat buat kita untuk puasa lagi. Setelh dua hari memuaskan diri dengtan makanan yang lezat nan nikmat, mungkin inilah saatnya buat kita untuk mempuasakan dan membiasakan kembali pola makan kita yang sudah mulai semraut. Kita hentikan sejenak asupan lemak serta kolestrol jahat kedalam sistem kita. Kita istirahatkan kembali pencernaan kita dengan mengkonsumsi makanan yang secukupnya. Istilah kedokterannya mungkin adalah detoksifikasi. Saatnya kita keluarkan racun-racun yang ada dalam tubuh kita agar kita menjadi lebih sehat.
Sejatinya, saat kita puasa(dalam arti yang sebaik-baiknya puasa) tubuh kita mengalami perlambatan metabolisme dan pembakaran yang lebih. Saat kita puasa, tubuh kita membakar lebih banyak lemak tubuh yang berlebih sehingga kita biasanya merasa lebih 'gerah' atau kepanasan dibanding hari biasa. Kenaikan suhu ini juga diikuti dengan peningkatan kadar/ jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Jikalau kita mengalami skit saat kita berpuasa itu karena asupan makanan atau nutrisi kita terganggu. Kita cenderung makan makanan tertentu lebih banyak dibanding makanan lainnya yang dibutuhkan tubuh, sehingga badan kita mengalami ketidakseimbangan yang berakibat badan kita rentan terhadap penyakit tertentu. Kembali lagi ke topik semula, badan yang mengalami detoksifikasi akan meningkat kembali metabolismenya ketika kadar gula kembali normal. Ibarat mesin, setelah 'tune-up' badan kita pun membutuhkan waktu untuk kembali berfungsi normal kembali. Jadi seharusnya kita pun harus sedikit menyesuaikan asupan makanan kita pasca puasa. Mulai dengan memberi asupan yang seimbang dan sehat. Perbanyak asupan serat dan cairan. Hindarkan tubuh kita dari mengkonsumsi soda yang berlebih. Insya Allah, dengan cara tersebut kita bisa memperoleh hikmah dan manfaat puasa yang optimal. Selamat puasa kembali dan selamat mencoba. ^_^
Sunday, September 20, 2009
Hari Kemenangan
Apa sih sebenarnya hari kemenangan itu? Cukupkah hanya dengan bergembira menyambut Iedul Fitri? Atau dengan mengenakan pakaian baru dan hidangan-hidangan yang lezat di meja makan kita? Mempersilahkan tamu-tamu yang berkunjung untuk menikmati sajian yang telah kita siapkan semata-mata untuk hari yangspesial ini? Tampaknya tak banyak orang yang begitu peduli apakah kita bisa benar-benar mendapatkan kemulian di hari kemenangan ini. Hampir semuanya menjadi kabur. Apakah inti hari kemenangan kita hari ini? Tidak ada yang tahu secara persis. Tetapi jika kita mau sedikit saja melihat kebelakang, tentang apa yang telah kita lakukan selama 29-30 hari kebelakang, ada sesuatu yang seharusnya bisa kita pelajari. Di awal-awal bulan puasa, kita telah menyambut puasa dengan begitu meriah. Saking meriahnya sehingga kita tidak sadar telah mengeluarkan banyak enerji dan uang yang seharusnya tidak perlu. Kita mendadak menjadi manusia pemboros, hanya karena ingin memuaskan diri kita ketika berbuka. Apakah itu tujuan kita berpuasa? Sepertinya bukan. Bukankah kita dijarkan berpuasa agar kita bisa merasakan apa yang saudara kita rasakan kala mereka tak mampu. Apa yang telah kita lakukan malah sebaliknya. Kita malah berusaha berfoya-foya dengan apa yang kita miliki. Kita seharusnya menahan nafsu kita, tidak hanya nafsu makan dan minum serta nafsu sexual saja selain nafsu menahan amarah tentunya, tetapi kita tidak mampu menahan nafsu untuk memuaskan diri kita dengan apa yang kita lewatkan disiang hari. Jadi apalah guna kita berpuasa jika kita masih saja menempatkan diri kita di atas orang-orang yang seharusnya kita ambil pelajaran daripadanya. Seharusnya kita malu. Malu karena kita tidak mencapai apa yang menjadi target Al Quran isyaratkan kepada kita ketika kita diwajibkan untuk berpuasa.
Namun yang sudah terjadi, sudahlah. Kita masih punya masa depan di depan kita. Kita masih sempat untuk memperbaiki diri kita. Mudah-mudahan kita masih diberi umur yang panjang untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan tahun ini, yang seharusnya kita pelajari dari ibadah kita tahun ini. Mari kita menyambut Iedul Fitri ini dengan visi yang lebih baik lagi. Instropeksi apa yang telah kita lakukan. Mari kita lakukan apa yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan. Semoga Allah SWT berkenan mengabulkan doa-doa dan harapan kita, Amieeeennn...
Thursday, September 17, 2009
Mario Teguh Golden Moment - Anda seolah bisa MERAMAL KUALITAS MASA DEPAN seseorang
yang sedang memastikan bahwa kualitas masa depan yang dimasukinya adalah hasil dari kerja kerasnya.
Mudah-mudahan sapa saya di sore ini mendapati Anda dalam kejernihan
pikir dan kebeningan rasa, yang mengutuhkan kehadiran Anda dalam kasih
sayang Tuhan.
Kita hidup di masyarakat yang berupaya mengetahui kualitas hidup mereka
di masa depan dengan membayar jasa peramal, dengan harapan bahwa sang
peramal akan memberitahu mereka tentang indahnya masa depan mereka.
Tetapi, kasihan para peramal itu, karena mereka yang bertanya
kepada peramal, biasanya adalah orang-orang yang tidak bekerja keras
dan lalai berlaku baik – sehingga sebetulnya sang peramal hanya melihat
masa depan yang suram.
Lalu, sang peramal harus bilang apa?
Masa depan orang yang bertanya itu suram, tetapi khan sang peramal juga
harus berbisnis dengan berhasil, dan membangun reputasi pelayanan yang
baik?
Maka, marilah kita mempermudah tugas para peramal, dengan membantu
mereka melihat masa depan kita yang baik – melalui kerja keras dan
perilaku baik kita.
Berikut adalah Golden Moment yang saya susunkan mengenai kebutuhan kita untuk sampai di masa depan yang baik.
Please kindly enjoy, absorb, and apply.
Mario Teguh Golden Moment
Anda Seolah Bisa Meramal Masa Depan Seseorang
………..
Sahabat-sahabat saya yang bening hatinya,
Bayangkanlah jika ini yang Anda lakukan:
Begitu Anda mendengar cara yang logis untuk berdamai dengan diri
sendiri, Anda tidak berlama-lama mempertanyakannya, dan segera
menggunakannya untuk menata perasaan Anda.
Saat Anda melihat sebuah contoh cara berkomunikasi yang menjadikan
rekan bicara terkesan, senang, dan mudah sependapat – Anda bersegera
mempelajari cara itu dan menggunakannya dalam keseharian Anda.
Ketika Anda tercerahkan oleh sebuah sudut pandang yang mengindahkan
hubungan Anda dengan Tuhan, Anda segera khusuk tenggelam dalam
komunikasi yang intim dengan Tuhan.
Dengan tiga langkah tulus dan tegas untuk menjadi diri yang baru itu –
saja, mudah-mudahan Anda sudah bisa membayangkan diri Anda yang menjadi
lebih berbakat bagi keberhasilan.
………..
Anda seolah bisa meramal kualitas masa depan seseorang
dari kemudahannya untuk memperbarui dirinya.
Jika ia ramah dalam menyikapi perubahan,
ia menerima nasehat baik dengan tulus,
ia mendengarkan celoteh pesimis orang lain
dengan penolakan dalam hati yang santun,
jika ia ikhlas merayakan kehebatan orang lain,
ia tidak mendahulukan keraguan,
ia memulai dengan yang ada,
dengan sebaik-baiknya kesungguhan,
jika ia bergaul dengan orang-orang baik,
terlibat dalam pekerjaan baik,
bergembira dalam pekerjaannya,
ikhlas dalam pelayanannya,
dan berserah kepada Tuhan
dalam penantian hasil dari pekerjaannya,
jika ia berangkat bekerja dengan doa dari keluarga,
dan ia pulang ke rumah dengan kerinduan untuk
membahagiakan keluarga,
maka siapa pun bisa meramalkan kehidupan yang sejahtera,
berbahagia, dan cemerlang baginya.
………..
Sahabat- sahabat saya yang jernih pikirannya,
Mudah-mudahan tulisan sederhana yang saya susunkan bagi penikmatan di
ruang keluarga MTSuperClub yang ramah ini, dapat menjadi pendamping
bagi pertimbangan baik Anda dalam memastikan bahwa yang Anda lakukan
hari ini adalah pemungkin bagi tercapainya masa depan yang sejahtera,
yang berbahagia, dan yang cemerlang.
Marilah kita hidup dalam kejernihan pikiran dan kebeningan hati,
melalui pengikhlasan diri yang utuh kepada logika keimanan kita kepada
Tuhan Yang Maha Berkuasa.
Tidak ada apa pun bisa terjadi tanpa ijin dari Tuhan.
Maka mengapakah masih ada di antara kita yang meminta pertolongan dan pemastian bagi kehidupan yang utuh kepada selain Tuhan?
Ketahuilah ini, bahwa
Kesederhanaan dari kehidupan yang sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan – sama sekali tidak sederhana.
Karena dengannya, kualitas-kualitas kesurgaan akan menjadi kualitas kehidupan kita sekarang – di dunia ini.
Marilah kita telah bersaudara dalam kehidupan yang benar dan yang sabar.
Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya,
Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-814-2080 | For The Happiness Of Others | Jakarta
Mario Teguh Golden Moment - Anda seolah bisa MERAMAL KUALITAS MASA DEPAN seseorang
yang sedang memastikan bahwa kualitas masa depan yang dimasukinya adalah hasil dari kerja kerasnya.
Mudah-mudahan sapa saya di sore ini mendapati Anda dalam kejernihan
pikir dan kebeningan rasa, yang mengutuhkan kehadiran Anda dalam kasih
sayang Tuhan.
Kita hidup di masyarakat yang berupaya mengetahui kualitas hidup mereka
di masa depan dengan membayar jasa peramal, dengan harapan bahwa sang
peramal akan memberitahu mereka tentang indahnya masa depan mereka.
Tetapi, kasihan para peramal itu, karena mereka yang bertanya
kepada peramal, biasanya adalah orang-orang yang tidak bekerja keras
dan lalai berlaku baik – sehingga sebetulnya sang peramal hanya melihat
masa depan yang suram.
Lalu, sang peramal harus bilang apa?
Masa depan orang yang bertanya itu suram, tetapi khan sang peramal juga
harus berbisnis dengan berhasil, dan membangun reputasi pelayanan yang
baik?
Maka, marilah kita mempermudah tugas para peramal, dengan membantu
mereka melihat masa depan kita yang baik – melalui kerja keras dan
perilaku baik kita.
Berikut adalah Golden Moment yang saya susunkan mengenai kebutuhan kita untuk sampai di masa depan yang baik.
Please kindly enjoy, absorb, and apply.
Mario Teguh Golden Moment
Anda Seolah Bisa Meramal Masa Depan Seseorang
………..
Sahabat-sahabat saya yang bening hatinya,
Bayangkanlah jika ini yang Anda lakukan:
Begitu Anda mendengar cara yang logis untuk berdamai dengan diri
sendiri, Anda tidak berlama-lama mempertanyakannya, dan segera
menggunakannya untuk menata perasaan Anda.
Saat Anda melihat sebuah contoh cara berkomunikasi yang menjadikan
rekan bicara terkesan, senang, dan mudah sependapat – Anda bersegera
mempelajari cara itu dan menggunakannya dalam keseharian Anda.
Ketika Anda tercerahkan oleh sebuah sudut pandang yang mengindahkan
hubungan Anda dengan Tuhan, Anda segera khusuk tenggelam dalam
komunikasi yang intim dengan Tuhan.
Dengan tiga langkah tulus dan tegas untuk menjadi diri yang baru itu –
saja, mudah-mudahan Anda sudah bisa membayangkan diri Anda yang menjadi
lebih berbakat bagi keberhasilan.
………..
Anda seolah bisa meramal kualitas masa depan seseorang
dari kemudahannya untuk memperbarui dirinya.
Jika ia ramah dalam menyikapi perubahan,
ia menerima nasehat baik dengan tulus,
ia mendengarkan celoteh pesimis orang lain
dengan penolakan dalam hati yang santun,
jika ia ikhlas merayakan kehebatan orang lain,
ia tidak mendahulukan keraguan,
ia memulai dengan yang ada,
dengan sebaik-baiknya kesungguhan,
jika ia bergaul dengan orang-orang baik,
terlibat dalam pekerjaan baik,
bergembira dalam pekerjaannya,
ikhlas dalam pelayanannya,
dan berserah kepada Tuhan
dalam penantian hasil dari pekerjaannya,
jika ia berangkat bekerja dengan doa dari keluarga,
dan ia pulang ke rumah dengan kerinduan untuk
membahagiakan keluarga,
maka siapa pun bisa meramalkan kehidupan yang sejahtera,
berbahagia, dan cemerlang baginya.
………..
Sahabat- sahabat saya yang jernih pikirannya,
Mudah-mudahan tulisan sederhana yang saya susunkan bagi penikmatan di
ruang keluarga MTSuperClub yang ramah ini, dapat menjadi pendamping
bagi pertimbangan baik Anda dalam memastikan bahwa yang Anda lakukan
hari ini adalah pemungkin bagi tercapainya masa depan yang sejahtera,
yang berbahagia, dan yang cemerlang.
Marilah kita hidup dalam kejernihan pikiran dan kebeningan hati,
melalui pengikhlasan diri yang utuh kepada logika keimanan kita kepada
Tuhan Yang Maha Berkuasa.
Tidak ada apa pun bisa terjadi tanpa ijin dari Tuhan.
Maka mengapakah masih ada di antara kita yang meminta pertolongan dan pemastian bagi kehidupan yang utuh kepada selain Tuhan?
Ketahuilah ini, bahwa
Kesederhanaan dari kehidupan yang sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan – sama sekali tidak sederhana.
Karena dengannya, kualitas-kualitas kesurgaan akan menjadi kualitas kehidupan kita sekarang – di dunia ini.
Marilah kita telah bersaudara dalam kehidupan yang benar dan yang sabar.
Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya,
Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-814-2080 | For The Happiness Of Others | Jakarta
Tuesday, September 8, 2009
Get ready for the Victory Day for Moslem
Within the next few days we will celebrate the victorious day. After the past month, we all have struggle to battle ourselves against temptations, holding our anger, restraining from eating and drinking. We also have done good deeds in order to get the sweet fruit in the hereafter. We did those gallantly. And in the glorious day, we will finally celebrate the winning day. Have a great holiday with your relatives and kins. Happy Eid. Eid Mubarak!
Monday, September 7, 2009
Catatan Ramadhan 3
Sa'id dan Bidadarinya
Dikisahkan oleh Hisyam bin Yahya, di medan perang, dia bertugas bersama seorang bernama Sa'id bin Harits yang ahli ibadah dan selalu puasa dan shalat malam meski di medan perang. Sa'id tidur sekadarnya, padahal perang pun menguras tenaganya, sehingga Hisyam menyuruhnya beristirahat. Ketika tidur, Hisyam melihat temannya itu berbicara dan tertawa sementara matanya tetap terpejam.
Ketika terbangun, Hisyam bertanya:
"Saudaraku, apa yang telah terjadi padamu?"
Temannya menjawab, "Aku baik-baik saja."
"Tapi tadi aku melihat sesuatu pada dirimu dan mendengar suatu ucapan darimu ketika sedang tidur."
Mulanya dia tidak mau berterus-terang, tetapi akhirnya Sa'id bercerita.
"Ada dua orang yang berkata kepadaku, 'Hai Sa'id, saya beri tahukan kepadamu bahwa Allah telah megampuni dosamu, berterima kasih atas perbuatanmu, menerima amalanmu, mengabulkan doamu, dan menyegerakan kabar gembira bahwa kau akan meraih surga. Oleh karena itu berangkatlah bersama kami sehingga kami dapat memperlihatkan kepadamu kenikmatan yang telah dijanjikan Allah kepadamu."
Sa'id juga bercerita tentang apa yang dilihatnya, istana-istana, bidadari-bidadari yang menyambut kedatangannya, hingga sofa yang diatasnya duduk satu bidadari seperti mutiara yang tersimpan. Bidadari itu berkata kepadanya, "Kami telah lama menunggumu."
Sa'id bertanya, "Dimana saya?" Bidadari itu menjawab, "Di Surga Ma'wa."
"Siapakah Anda?"
"Saya adalah istrimu yang abadi.'
Sa'id menambahkan, "Saya ulurkan tangan kepadanya, tetapi dia menolaknya dengan lembut".
Bidadari itu berkata "Bukan sekarang. Kamu akan kembali ke dunia."
Sa'id menolak dan berkata, "Saya tidak ingin kembali."
Bidadari itu menambahkan, 'Kamu akan tinggal di sana selama tiga hari, pada hari ketiga, kamu akan berbuka puasa bersama kami, insya Allah.'
Tiga hari setelah kejadian itu, Hisyam berangkat bersama Sa'id ke medan perang. Sepanjang siang Sa'id selalu siap menyambut serangan musuh, tetapi tidak satu serangan yang mengenainya. Aku hanya menyaksikan dari kejauhan tidak mampu mendekat kepadanya. Tiba-tiba, pada saat matahari terbenam, seseorang dari atas dinding benteng mengarahkan anak panah kepadanya. Sa'id tersungkur. Dia pun syahid.
Demikianlah, bahwa balasan surga itu benar-benar akan didapat bagi mereka yang menegakkan shalat malam, begitu jelas tampak di depan mata Hisyam. Semoga cerita ini memberi manfaat kepada kita semua. Amiin.
Sebuah kisah dari buku Mukjizat Shalat Malam: Meraih Spiritualitas Rasulullah. http://www.republikbuku.com/page_produk_detil.php?kd_prod=978-602-8236-49-2
Thursday, September 3, 2009
The Healing Power of Mind
Bahwa kekuatan pikiran bisa membantu mempercepat penyembuhan penyakit bukan hanya dilakukan dalam praktik pengobatan masa lalu oleh dokter Yunani kuno. Praktik ini juga diakui secara medis. Herbert Benson, profesor dari Harvard Medical School pada tahun 1996 mempublikasikan hasil penelitiannya dan menyimpulkan bahwa tingkat stres akibat penyakit bisa diturunkan dengan cara mengalihkan fokus pikiran kepada hal-hal lain, misalnya mendengarkan musik, ucapan, atau gerakan. Bahkan, efek psikologisnya akan lebih baik jika dibarengi bimbingan agama.
Frances Hodgson Burnett juga menyadari hal itu. Ibu yang dilanda kesedihan luar biasa karena bayinya meninggal dunia, memilih mengobati dirinya sendiri dengan mengalihkan pikirannya. Lewat imajinasinya, Frances mengobati perasaan sakit dalam dirinya dengan menulis sebuah cerita menggugah. Kisah yang mulanya ditulis sebagai cerita bersambung di American Magazine pada tahun 1910, diterbitkan menjadi novel setahun kemudian berjudul The Secret Garden.
Francess bercerita tentang sosok anak perempuan 'nakal' bernama Mary Lennox. (Tapi pembaca akan merasa iba kepadanya karena ia adalah anak yang ditelantarkan orangtuanya, kemudian menjadi yatim piatu karena ayah dan ibunya terkena wabah penyakit). Mary kemudian diasuh sang paman yang pemurung dan sangat menutup diri semenjak kehilangan istrinya. Di kediaman sang paman, Mary menemukan dunianya yang baru di sebuah taman rahasia yang selama ini terkunci. Taman tersebut milik mendiang bibinya yang sengaja ditutup sang paman untuk mengubur kenangan indah tentang istrinya. Mary merasa senang karena bisa bermain dengan bunga-bunga di taman itu, ia juga merasakan dirinya lebih baik karena memiliki teman bermain (Dickon). Belakangan, Mary juga bertemu sepupunya (Colin) yang selama ini dipingit dan diperlakukan sebagai anak sakit dan lumpuh. Colin juga menjadi sahabat barunya. Mary-lah yang kemudian menyemangati Colin agar ia tidak cengeng meratapi nasibnya karena tak pernah diperhatikan ayahnya yang lebih banyak berpesiar untuk urusan bisnis.
Lewat sosok Mary, Dickon, dan Colin, Francess tidak hanya menceritakan sebuah persahabatan yang indah . Ia dengan tegas memasukkan ide tentang kekuatan pikiran bagi kesembuhan penyakit lewat sosok Colin. Mary dan Dickon menjejali pikiran Colin bahwa ia sebenanrya tidak sakit dan bisa berjalan jika dia mau. Mengejutkan memang, Colin yang lumpuh, akhirnya bisa berlari bahkan bisa mengalahkan Mary dan Dickon ketika ketiganya beradu lari di taman rahasia.
The Secret Garden, sebuah kisah indah, mengobati hati sang penulisnya sendiri dan mudah-mudahan menyejukkan siapapun yang membacanya. Sungguh tepat jika novel seabad lalu ini dianugerahi Novel Anak Terbaik Sepanjang Masa.
http://www.republikbuku.com/page_produk_detil.php?kd_prod=978-602-8579-10-0
Monday, August 31, 2009
Catatan Ramadhan 2
Salah satu menu favorit berbuka puasa adalah gorengan. Gurih, mengenyangkan, ditambah rasa pedas cabe rawit atau bumbu kacang, mantap!
Dr. Shinya, dalam Miracle of Enzyme justru menyarankan agar kita menjauhi gorengan. Mengapa?
Kembali pada catatan sejarah, bangsa Yunani dan Italia mengonsumsi minyak zaitun sejak 6000 tahun lalu. Sedangkan bangsa Jepang mulai menyantap makanan digoreng sekitar 150-200 tahun lalu. Perbedaan kebudayaan menu makan ini kemungkinan besar terpartri dalam gen-gen kita dan menentukan apakah kita memiliki sistem pencernaan yang dapat mencerna minyak. Minyak diuraikan dan dicerna dalam pankreas. Menurut data klinis Dr. Shinya, pankreas bangsa Jepang lebih lemah dibandingkan masyarakat di negara-negara yang memiliki sejarah panjang menyantap gorengan.
Jika menyantap dua hingga tiga kali sehari makanan yang digoreng dan mengalami rasa sakit pada bagian atas perut, ada kemungkinan Anda menderita pankreatitis.
Memang ada anggapan minyak sayur lebih aman. Tetap, kita harus hati-hati akan jumlah makanan gorengan. Terlalu sering mengonsumsi minyak sayur buruk bagi tubuh. Akan tetapi, jika merasa tidak mungkin berhenti makanan gorengan, sebaiknya Anda mencoba mengurangi frekuensi makan gorengan. Alternatif lain, berusahalah mengunyah dengan lebih baik (minimal 30 kali). Mengunyah dengan baik dan mencampur makanan berminyak dengan air liur membantu menetralisasi asam lemak trans hingga kadar tertentu. Bagaimanapun, makanan yang digoreng pada umumnya akan menguras enzim-enzim dalam tubuh Anda.
Dengan lebih tegas Dr. Shinya mewanti-wanti: "Waktu makan, apa yang dimakan dan berapa sering memakannya menunjukkan penyebab penyakit".
Allah Swt. memerintahkan puasa untuk mendisiplikan waktu makan kita.
Rasulullah Saw. mencontohkan berbuka dengan kurma untuk kesehatan badan kita.
Puasa itu sendiri mengajarkan kita tidak sering makan.
Dan, hadis Nabi menyebutkan, "Berpuasalah agar kamu sehat".
Marilah kita manfaatkan Ramadhan sebagai sarana menahan diri dan menjaga kesehatan.
Sumber: Penerbit Mizan
Tuesday, August 25, 2009
Renungan Ramadhan
Dalam Buku 7 Laws of Happiness, (Kaifa, 2008), Arvan Pradiansyah menulis sebagai berikut:
Sabar, sering disalahtafsirkan menjadi tidak berbuat apa-apa. Sabar sering diwujudkan dalam sikap berdiam diri, berpangku tangan, tidak melakukan usaha apa pun dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Kalau demikian, sabar adalah sesuatu yang berbahaya dan sangat menyesatkan.
Berpangku tangan dan tidak melakukan apa-apa bukanlah sebuah bentuk kesabaran. Berpangku tangan tidaklah akan menghasilkan perubahan apapun. Padahal, kesabaran adalah sesuatu yang pasti akan mendatangkan perubahan.
Sabar, tidak sama dengan pasrah. Kalau seseorang sudah melakukan sesuatu kemudian tidak berhasil, bukanlah menjadi alasan baginya memilih bersikap pasrah. Bagi orang-orang sabar, perubahan hanyalah persoalan waktu.
Bayangkan apa yang terjadi pada Kolonel Sanders ketika ia harus menawarkan resep ayam gorengnya ke restoran-restoran di Amerika. Bagaimana perasaan Sanders begitu ia mendapatkan penolakan. Bahkan konon, Sanders mengalami penolakan ini sampai lebih dari seratus kali! Jadi, apakah Anda dapat membayangkan sesabar apakah Sanders sehingga ia sekarang ini dikenal dengan resep fried chicken yang ada di seluruh penjuru dunia? Bayangkan kualitas mental apakah yang ia miliki sampai ia mampu menaklukkan berbagai perasaan kecewa yang ia derita karena penolakan-penolakan tersebut. Dengan kesabarannya itu, Sanders mampu belajar dari kegagalannya dan menciptakan cara-cara yang berbeda sampai akhirnya mampu meyakinkan seorang pemilik restoran untuk menjual resep ayam gorengnya.
Bagi orang sabar,
Tak ada kata tak bisa
Tak ada kata tak mungkin
Segala sesuatu selalu mungkin untuk dilakukan
Keberhasilan hanyalah masalah waktu
Ingatlah, bahwa sabar adalah kata kerja aktif, bukan pasif.
Tentang sabar, dalam Al-Quran Surat Huud ayat 49 diterangkan:
"Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
Juga disebut dalam surat Al-Ma'arij ayat 5: "Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik."
Bagaimana contoh bentuk sabar yang baik itu?
Dalam Ringkasan Shahih Al-Bukhari (Mizan, 2008) disebutkan: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. pernah bersabda. " Dan apabila seorang memaki atau mengajak berkelahi, katakan padanya, 'Aku sedang berpuasa'."
Begitulah sebuah bentuk sabar yang baik. Sabar yang dilakukan ketika seseorang berpuasa.
Alhamdulillah, puasa Ramadhan memberi tempat yang panjang sebulan penuh bagi kita untuk melatih kesabaran yang baik.[]
Diambil dari catatan penerbit mizan
Monday, August 24, 2009
Dusta Outih-White Lies: Should we lie?
Kejujuran adalah sebuah kesaktian,
yang tidak bisa menetap dalam diri yang tidak kuat.
Sehingga, jika Anda ingin menjadi pribadi yang sakti dalam kehidupan yang modern ini, ikhlaskanlah diri Anda untuk setia kepada kebaikan.
Kejujuran adalah kesetiaan kepada kebaikan.
Maka, sebagai pribadi yang jujur, anjurannya kepada kita – Anda dan saya, adalah berpikirlah jujur, rasakanlah yang jujur, dan bertindaklah yang jujur.
Ingatlah selalu, bahwa
Dusta selalu melukai, walaupun dilakukan untuk kebaikan.
Jika tidak melukai yang berdusta, ia akan melukai penerima dusta, atau melukai yang menyaksikan.
Karena sebetulnya,
Berdusta adalah tindakan mencabik kulit wajah,
dan mandi lumpur kotor yang meredupkan cahaya hati.
Dan bagi dia yang sedang hidup dalam kesalahan, dia harus memperbaiki yang diyakininya.
Ingatlah bahwa
Semua kesalahan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dilakukannya itu benar.
Tetapi, jika yang diyakininya itu benar, mengapakah hidupnya penuh dengan kesalahan yang melemahkannya? Dan kepada dia yang belum ramah kepada kejujuran, inilah anjuran Anda kepadanya:
Maka terimalah ini sebagai penyelamat bagi yang kau yakini, bahwa
Kejujuran adalah ketepatan.
Pribadi yang jujur telah menghadap ke arah yang tepat.
Saat dia menolak berpikir, bersikap, dan berlaku tidak jujur – dia sudah berada dalam perjalanan yang tepat.
Dengannya, orang yang jujur hidup dalam ketepatan.
Dan yang tidak jujur, hidupnya salah.
Maka berlakulah jujur.
Jadilah orang yang baik.
Agar mudah bagimu untuk hidup dalam kebaikan.
Apakah yang kau harapkan akan kau dapat dari sedikit keburukan yang masih kau pertahankan itu? Maka,
Jadilah pribadi yang bersih.
Bersihkanlah pikiranmu.
Bersihkanlah hatimu.
Bersihkanlah perilakumu
Hanya dengannya engkau akan membersihkan kehidupanmu
Hanya dengan demikian hidupmu akan menjadi indah
Apakah engkau tidak merindukan keindahan bagi hidupmu?
Bukankah engkau sebetulnya telah letih karena tawar menawar dengan kebaikan yang hanya menjadikanmu pribadi yang tidak damai?
Bukankah ada suara kecil di celah-celah hatimu yang setia mengingatkanmu bahwa engkau berperan bagi kelahiran masalah-masalahmu sendiri?
Mengapakah engkau masih bertahan melakukan yang telah kau ketahui tidak akan memuliakanmu?
Maka tetapkanlah ini sebagai pengetahuanmu, bahwa
Kebaikan itu jernih dan ada.
Dan kejujuran adalah kesetiaan kepada kebaikan.
Jika engkau telah menerima keberadaan kebaikan,
tetapi menolak menggunakannya sebagai pembangun
istana kehidupanmu,
engkau akan dibiarkan melaju dalam jalanmu,
yang kemudian terbukti bukan sebuah jalan.
Bukankah telah sering engkau berlaku seperti orang yang berjalan wajar
menabrak dinding kaca yang tebal beningnya?
Dan dari semua hal yang mencandui dan merusak kebaikanmu,
kebohongan adalah yang terkuat.
Seseorang yang kecanduan berbohong,
akan bahkan berupaya membohongi Tuhan.
Dan ketahuilah bahwa dusta selalu melukai,
walaupun dilakukan untuk kebaikan.
Jika tidak melukai yang berdusta, ia akan melukai
penerima dusta, atau melukai yang menyaksikan. Sahabat-sahabat saya yang mulia hatinya,
Marilah kita menjadi pribadi yang berpikir baik, bersikap baik, dan berlaku baik -
agar lebih banyak lagi orang yang tertarik untuk menjadi pribadi-pribadi
yang memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.
Marilah kita menjadi contoh dari perubahan yang selama ini kita harapkan terjadi di lingkungan kita.
Mudah-mudahan Ramadhan yang suci ini menjadi pemulia bagi jiwa-jiwa yang menjadi lebih penurut kepada harapan-harapan Tuhan.
Dan itu berlaku bagi semua dari kita, baik yang melaksanakan ibadah puasa atau yang tidak.
Jika kita ingin Tuhan menuruti permintaan-permintaan kita, cobalah untuk menjadi lebih penurut kepada Tuhan.
Marilah kita berlaku saling mengasihi dan menyayangi kepada satu sama lain.
Salam sayang untuk keluarga Anda tercinta dari Ibu Linna dan saya.
Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-814-2080 | For The Happiness Of Others | Jakarta
Saturday, August 22, 2009
Save Fasting for Diabetics
Pada suatu acara penyuluhan yang menyinggung masalah "diabetisi dan
puasa Ramadhan" seorang bapak sekitar 50 tahun, tiba-tiba berdiri dan berkata, "Sudahlah Dok, puasa adalah urusan saya dengan Allah gak usah diatur apalagi dilarang!"
Seorang peserta lain protes, "Tidak usah pakai aturan lah. Kan ada ayat yang mengatakan bahwa umat yang beriman wajib puasa."
"Ah, tidak begitu!" protes seorang lagi.
"Katanya, orang yang sakit boleh tidak puasa. Saya, kan, sakit diabetes. Jadi,tidak usah puasa, toh?"
Sang penyuluh yang masih sangat muda hanya bisa berkata, "Tidak ada yang
melarang. Saya hanya ingin menerangkan bagaimana puasa yang aman."
Demikian Prof. Dr. dr. Sri Hartini KS Kariadi, SpPD-KEMD membuka bab 10 dalam buku Diabetes? Siapa Takut!!
Dengan gaya bahasa santai Prof. Sri menjawab pertanyaan 'Apakah Diabetesi (diabetics) harus puasa?' sebagai berikut:
Pertanyaan tadi mungkin menyangkut ayat ini, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa, sebagaimana puasa itu telah diwajibkan juga atas orangorang yang sebelummu. Semoga kamu menjadi orang yang takwa". (QS Al–Baqarah [2]: 183).
Bagi yang sakit atau tidak kuat menjalankan ibadah ini, ada kemudahan yang ditentukan pada ayat 184, surat yang sama, "Puasa itu lamanya beberapa hari yang telah ditentukan, tetapi siapa yang sakit diantaramu atau dalam perjalanan, boleh tidak berpuasa, tetapi puasakanlah bilangan hari yang tidak dipuasakan itu di hari yang lain".
Nah, untuk semua itu, yang perlu ditegaskan adalah bahwa dalam keadaan terkendali, baik, dan sedang tidak menderita penyakit lain, diabetisi termasuk orang ang cukup sehat. Dari penelitianpenelitia n terhadap Diabetesi (diabetics) yang berpuasa sebulan penuh di beberapa kota bsar di Indonesia, didapatkan bahwa mereka yang diabetesnya terkendali dengan baik, tidak mengalami kesukaran tau gangguan selama puasa itu. Bahkan pada sebagian diabetisi, pda akhir puasa ada penurunan kadar gula dan kadar kolesterol; dan ada beberapa diabetisi yang gemuk, berat badannya turun.
Diabetisi (diabetics) seperti apakah yang aman berpuasa? Diabetisi, khususnya diabetisi Tipe2, adalah kelompok diabetisi yang aman berpuasa. Dengan catatan, selama gula darahnya terkendali baik (<180 mg/dl) dan tidak sedang menderita penyakit atau komplikasi berat lain.
Mengapa harus yang sudah terkendali? Diabetisi yang terkendali baik adalah mereka yang gula darahnya tidak melebihi 180 mg/dl per hari. Jika gula darah penderita melebihi 180 mg/dl (miligram per100 ml darah)—artinya, melebihi nilai ambang ginjal untuk gula sehingga gula akan keluar bersama urine. Adanya gula di dalam urine, akan banyak air yang ditarik keluar bersama urine tersebut. Hal ini menyebabkan diabetisi menjadi lebih sering dan lebih banyak buang air kecil. Akibatnya, tubuh akan "menjadi kering" (dehidrasi) dan memacu rasa haus agar orang banyak minum dan memperbaiki dehidrasi setiap saat. Nah, dalam keadaan orang tidak boleh minum, dehidrasi tidak dapat diatasi; dan itu berbahaya.
Untuk kemudahan menata diet setiap hari, biasanya Diabetesi (diabetics) harus memerhatikan: jumlah dan jenis makanan, serta jadwal. Yang terutama berubah selama bulan Ramadhan adalah jadwal. Jumlah kalori dan jenis makan sama dengan harihari biasa, hanya jadwalnya yang berbeda. Akan lebih baik hasilnya apabila tetap menggunakan karbohidrat kompleks sebagai sumber karbohidrat utama, baik saat sahur maupun saat berbuka.
Jika Jadwal Makan Hari Biasa
Pukul 07.30–08.00 : makan pagi = porsi makan pagi (PMP)
Pukul 10.00 : makan selingan = snack (S)
Pukul 12.30–13.00 : makan siang = porsi makan siang (PMS)
Pukul 15.00–15.30 : snack (S)
Jadwal Pada Bulan Ramadhan bagi para Diabetesi (diabetics) (diabetics) sebaiknya:
Waktu makan hanya diperkenankan kurang lebih pada pukul 18.00 – 04.00. Jadwal makan Diabetesi (diabetics) diatur :
Sekitar pukul 18.00: buka puasa (Porsi Makan Siang + Snack)
Pukul 21.00 – 22.00: makan malam (PMM + Snack)
Antara pukul 03.00-imsak: sahur (Porsi Makan Pagi PMP + Snack)
Makan malam pada bulan puasa sebaiknya tidak dalam bentuk nasi dengan lauk pauk, tetapi dalam bentuk lain, misalnya makaroni atau pasta yang volumenya kecil tapi kalorinya mencukupi. Jika tetap ingin makan nasi, makanlah nasi merah.
Berbuka puasa dengan kurma boleh-boleh saja, tetapi cukup 1 – 2 biji.
http://www.republikbuku.com/page_produk_detil.php?kd_prod=978-602-8579-07-0
Saturday, August 15, 2009
How to use math to choose a wife
Perhaps the subject most fascinating to me at the moment is the gamble that is involved in choosing a life partner.
Perhaps I have been unnecessarily haunted since research revealed that Facebook destroys romantic relationships. Still, it was quite odd that a man whom I have chosen to follow on Twitter for his remarkable erudition in social psychology (oh, alright, his name is Dominic Johnson) passed along a quite extraordinary article from New Scientist, one that has made me ponder more deeply than I usually care to.
While the article begins by discussing the mathematical ways in which you can improve your chances in Vegas (or, if your taste and eyes have deserted you, Atlantic City), it goes on to discuss the marriage problem. Apparently, mathematicians have tortured themselves over marriage for some years. I did not know this. I figured that perhaps mathematicians only ever had one girlfriend, whom they married very soon after sex.
May I go down on one knee and admit how wrong I was?
Mathematicians have racked their brains and abacuses, for the good of society, in order to help us all choose wisely the person who shares our king-size. According to New Scientist, the law of diminishing returns has long been thought to be a marvelous indicator of when to stick, rather than turn another card.
Naturally, scientific laws have certain suppositions. And at first glance, I considered the idea of having a mere 100 choices a little unrealistic.
Were they each the other's 38th choice?
(Credit: CC Simon Shaw/Flickr)
However, the more I thought about it, the more it seemed a little more natural than it might have appeared. We march our way merrily through life, meeting people and declaring them a "yay" or a "nay."
Oh, we have some supposed criteria in our heads about what makes a "yay"- body type, nose shape, or some such nonsense. But commitment is a very hairy creature, one that barks at us more often than it sings.
So for a long time, mathematicians believed that, given 100 choices (each of which has to be chosen or discarded after the interview) you should discard the first 50 and then choose the next best one. (The assumption also is that if you don't choose the first 99, you have to choose number 100, which, again, seems rather realistic to me. I know so many people who have chosen the last resort out of perceived necessity rather than, say, happiness.)
The "Discard 50 then Choose the Next Best" method apparently gives you a 25 percent chance of choosing the best candidate.
However, then along came John Gilbert and Frederick Mosteller of Harvard University. I do not believe they were married. However, they came upon the idea that the magic number is, in fact, 37. Yes, you should stop after 37 candidates and choose the next best one. This number was apparently derived by taking the number 100 and dividing by e, the base of the natural logarithms (around 2.72). And it apparently increases your chances of the best choice to 37 percent.
Here's the real beauty of this calculation, though. You don't have to limit yourself to 100. This optimization works for any population. So if you have a world of 26 potential life partners, simply divide by 2.72 and choose the next best one.
Now, I know it is sometimes hard to know exactly how many potential partners are in your firmament. But it is surely not beyond some calculation.
We need a little more stability in this world. We need more happiness. And we need just a little more good judgment. It seems that only math can save us.
There is a small word of warning, however. Some psychologists, such as JoNell Strough at West Virginia University, believe that the more we invest (in a gambling and, one supposes, marriage context), the more likely our decision will be attached to disaster.
However, I would be interested whether any of you number-conscious geniuses out there have also used mathematical principles to choose your betrothed. Perhaps you have done it more than once, but we would still love to hear your number-based criteria.
Thursday, August 6, 2009
Wednesday, July 29, 2009
Earlier we were successful to hold a trip to Dufan...,
Hot news for you guys who love travelling,
We are going to have a trip to Ciater Subang.
It's going to be a one-day trip, and we are going to have out bound activities and hot spring bath. It's gonna be a great trip.
Interested?
Contact your class teacher or Mr. Roni, Ms, Tuti and Mr. Tommi.
For further info, we let you know in our next post.
Good Day....
Monday, July 27, 2009
Raisa Wulida-IN4 Student wrote...
Money is not UN important,
But don't use your life just to get money
In this modern era, especially in big cities, most people have to work hard to get much money. Sometimes, they forget to enjoy or hang out with their family because they just keep their nose to the grindstone to make a better life. Actually, if you use all your life just to get money, your life can't be happy.
An example, the parents who are hard worker usually don't care to their children. It makes the children get a less parents-attention and make their family not harmonious. The children who have a hard worker parents usually find another attention with a wrong method, such as they become a naughty children, make troubles in their school. They do them only to attract their parents- attention.
Therefore, become a hard worker and use your life just to get money is not guarantee your happiness and your family. I know money is not unimportant, but don't use all your life just to get money, because you can't get happiness in your life.
Money can buy amusement but not happiness
Some people, not just a single people or have a family, always make a working hard as a priority in their life. They just think the way to get much money every day without thinking other interest. They think if they have much money, they can buy everything they want. But actually, money just can buy amusement but not happiness.
An example is Michael Jackson, a King of Pop. Jacko, his nickname, has been able to buy anything he wants, does anything he wants. Living in a place big enough to house a whole army with a big park as his yard can not make him any happier. He should be the happiest person ever. But in fact, he never feels a real-happiness in his life. He does it just to amusing himself.
In summary, with money we can do anything we like, buy anything we want, but money can't give us a real-happiness.
Friday, July 24, 2009
Thursday, July 23, 2009
Wednesday, July 22, 2009
Degradation of Culture Among Young PeopleBy: Astrid (HI-4 Student)
Culture is one of identity and characteristic for our nationality. Indonesia culture is really nice; there are many cultures Indonesia has. The area of Indonesia is really wide so Indonesia has many kind of culture from sabang until merauke which every area have different culture and that the culture is really beautiful nowadays young people in Indonesia is left their culture. This is can make our culture is degradation. In the past culture was used in many ceremonial or in some activity. Many people in the past were really followed the way of culture. Different with now young generation is just view people do or follow the way of culture. Why this is happen? There is many several reason and factors why this happen in young people. Degradation of culture among young people in Indonesia is influenced by bad western life style.
Teenager is more interested to western life style, it means the young generation is do not think that the culture of Indonesia is our identity and our characteristic , they are more interested to follow the western life style. The teenager thinks the western life style is modern then our culture, they think our culture is ancient. The western life style is really influence they mind causes they follow it and then they are try in their life style. The western life style is simple than Indonesian culture, it means the western life style is simple to do it, like in fashion. There are many culture costumes of Indonesia among from that is not simple to use it. The teenager can influenced by the western life style because there is just little notification about culture of Indonesia compare with the entry of western life style or the entry of culture foreign which many factor can change mind of the teenager. The teenager think more easily and modern to use western life style.
The traditional culture has been changed by new teenager style, it means the traditional culture is replaced or change by the new teenager style. Teenagers neglect the traditional culture. Now the teenagers do not follow the tradition again and then they didn't know about the way of tradition culture so this is caused make the teenager neglected their tradition culture. Teenager neglected their traditional culture support by their activity, it means the teenager have many activity which make there's no time to do traditional culture or traditional ceremony. Teenagers influenced by advanced of technology, now with the advance of global world of course make the advanced of technology more develop. Many kind of the technology can influence the teenager. The teenager can influenced by the advanced of technology because from that the teenager forget or change their mind about traditional culture and then change that like to western life style. From the advanced of technology the culture from foreign or western life style is strongly to entry in their mind then their culture. Teenager follow the modern era then their culture tend to in their fashion and in their life style. With modern era, teenager have own style and not use the style of their culture. The advance of modern era make the teenager follows it and change their culture or to left their culture. Teenager always change their life style because for them life style is important for support their style, usually the teenager follow style which modern or in this era because they not want left style from the era. Teenager follow style in every era make the culture of Indonesia there is no to conducting their culture. Like now many cultures from foreign country entry to the teenager or influence the teenager, for example 'harajuku style'. Harajuku style is culture from Japan but with young generation in Indonesia they are really like with culture of Japan like their use kimono which tradition custom from Japan they are also follow event or attend which theme ' Japanese style '. The teenager think follow ' ' 'Japanese style ' is modern then Indonesian style which have tradition custom ' kebaya '. The young people more proud if they use Japanese style from foreign culture like ' kimono ' then Indonesian style from our culture among from young people is not proud with that because they think that is ancient. This is make the teenager influences and then make they are forget what they culture and the young generation not proud with their culture which that is their identity of their nationality
Television influences teenager to adopt foreign culture, it means the television gives bad influences to the teenager. Teenager watch other culture from television , now in the television there is many program which show culture from other country like in drama or in serial. The drama or series which show culture from other countries can influence the teenagers who want to follow it, for example in drama or serial they show culture from Korea and Japan. From dramas and series, teenagers see new culture they like very much, and they want to copy them. However at the same time, they neglect their own culture. Teenagers can make the culture of Indonesia lost its identity. Many factors can change the teenagers' mind. There are so many influences from other cultures and then it makes some of young people to change their mind or follow other countries' culture. This can make our culture lost. This is the teenager make the culture of Indonesia lost identity. If this happens it is really dangers for our nationality. We do not have characteristic of our nationality.
In short teenager is more interested to western life style and they are several factors which influences it means culture in among young people in Indonesia was degradation
